Halaman

Senin, 26 Mei 2014

Tips Memilih Kenur Yang Bagus

 
 
     Senar / Line adalah suatu tali terbuat dari bahan khusus yang digunakan untuk memancing dan menempatkan kail (hooks), pelampung (floats), timah (sinker) dan asesoris lainnya.
     Ada 2 bagian senar yaitu main line dan hook line. Pemakaian senar disesuaikan dengan tujuannya, apakah untuk mencari ikan besar/kecil terutama di kolam. Diameter senar pun disesuaikan dengan besar kecilnya ikan yang kita inginkan. Hal pertama yang perlu diketahui dalam memilih senar adalah kualitas dari bahan senar tersebut yang masing-masing senar mempunyai ciri khas tertentu, dan biasanya senar yang baik kualitasnya pun relatif mahal.
     Senar yang baik mempunyai mutu stabil. Dibuat dari bahan baku berkualitas, mesin yang baik dan dengan proses dan quality control yang baik pula. Kestabilan senar dimaksud adalah jika dibuat dengan quality control yang ketat seperti diameter, kekuatan (strength), kekuatan ikat senar (knot strength), perpanjangan senar pada saat ditarik (elongation), daya lentur (flexibility) dan ketahanan gesek (abrasion resistance).

I. Jenis-jenis Senar :
a. Monofilament : Senar dengan serabut (filament) tunggal, yang terbuat dari bahan dasar nylon.
b. Multifilament : Senar dengan banyak serabut. Permukaan senar ini kasar, tidak sehalus senar dari bahan nylon dan banyak dipakai pemancing hobi dan biasanya digunakan untuk lomba. 

II. Karakteristik Senar :
a. Kekuatan (strength) : Seberapa mampu senar dapat menahan beban. Tes kekuatan ini dilakukan dengan menggunakan universal testing machine dengan menarik senar sepanjang 50 cm dengan kecepatan tarikan 200 mm permenit, kemudian senar diuji sampai putus untuk melihat kekuatan maksimalnya.
b. Kekuatan Ikat Senar (knot strength) : Kekuatan ikat pada simpul, dimana senar akan putus disimpul. Umumnya kekuatannya diukur dengan pons (lbs) atau kg (kilogram). Tes kekuatan simpul dilakukan sama dengan tes kekuatan senar dengan membuat simpul pada tengah-tengah senar yang akan diuji, sampai senar putus pada simpul.
c. Perpanjangan Senar Pada Saat Ditarik (elongation) : Senar akan mengalami perpanjangan/mulur pada saat menarik beban, sampai titik maksimal dari senar itu tidak dapat mulur lagi. Tes dilakukan dengan menarik senar sampai titik maksimal senar akan putus.
d. Ketahanan Gesek (abrasion resistance) : Senar yang tidak mudah terkikis / abrasi apabila terkena batu karang, penuntun senar pada joran dan tempat jalannya senar pada ril. Tes dilakukan dengan menggesek senar sampai putus dengan menggunakan amplas berputar dan dihitung jumlah putarannya. Makin banyak jumlah putaran, menunjukkan senar semakin tahan terhadap gesekan.
e. Kelenturan (flexibility) : Resistensi senar saat ditekuk. Tes dilakukan dengan mengukur resistensi senar pada saat ditekuk. Makin besar resintensinya menunjukkan senar semakin kaku. 

III. Kekuatan Senar Dapat Diukur Menggunakan :
a. Alat Pengetesan Senar : Memakai mesin khusus untuk tes senar yang keakuratan atau ketepatannya lebih baik dibanding manual (memakai tangan) karena senar di tes secara terperinci.
b. Secara Manual : Dilakukan dengan memakai suatu timbangan, kemudian senar ditarik (timbangan menunjukkan suatu angka) sampai senar tersebut putus.

IV. Macam-macam Kemasan Senar :
a. Commercial : Kemasan senar yang dijual untuk pemakaian yang lebih ekonomis dan kurang memperhatikan senar dibanding kemasan senar hobi. Biasanya pemakaian senar ini untuk mencari nafkah/keuntungan dan digunakan untuk keperluan nelayan membuat/menambal jala.
Senar komersial dibagi 2 yaitu :
- Senar bungkus : Senar gulungan tanpa spool dalam bungkusan plastik dengan informasi kekuatan (lbs), diameter (mm) dan panjang senar (m)
- Senar Pak : Kumpulan senar bungkus, yang dijual dalam bentuk pak ditimbang dengan berat 4,5 kg.
b. Hobi : Senar yang pemasarannya ditujukan pada pemancing hobi. Senar ini lebih mengutamakan kualitas seperti kekuatan dan diameter.
Senar hobi dibagi 2 yaitu :
- Senar Rol Meter : Senar gulungan dengan spool, dengan informasi kekuatan (lbs), diameter dan panjang senar.
- Senar Rol Berat : Senar gulungan dengan spool dan informasi kekuatan (lbs), diameter, panjang senar 

IV. Penjelasan Senar IGFA Class :
IGFA (International Game Fishing Association) Class adalah peraturan standarisasi tentang senar. Sebagai contoh, apabila senar yang bertanda IGFA Class mempunyai kekuatan 10 kg, maka senar akan putus bila dibebani lebih dari 10 kg. Dibanding dengan senar lain yang tidak ada label IGFA Class kemungkinan senar tidak putus apabila dibebani melebihi 10 kg, bahkan juga senar akan putus di bawah 10 kg.Untuk mencapai sebuah rekor kelas tertentu, maka senar yang digunakan pemancing akan di tes kekuatannya sesuai klaim rekor. Semua senar yang berlabel ataupun yang tidak berlabel IGFA harus di tes untuk validasi senar yang digunakan. 

V. Tips Memilih Senar :
Dalam memilih senar kita harus mengetahui terlebih dahulu tujuannya, apakah untuk tujuan komersil atau hobi. Apabila tujuan untuk komersil, maka memilih senar tidak serumit memilih senar untuk hobi. Berbeda dengan hobi, banyak hal harus diperhatikan dalam memilih, seperti ikan apa yang dicari, tipe memancing (troling, spinning dan lain-kain) untuk perlombaan / tidak, strength (kekuatan) dalam satuan lbs (pon) atau kilogram (kg) dan diameternya.
VI. Tips : Membedakan senar nylon dan fluorocarbon, dengan cara dibakar, untuk senar nylon api mau menyala dan untuk senar fluorocarbon api tidak bisa menyala.
Baca SelengkapnyaTips Memilih Kenur Yang Bagus

Tips Memilih Joran Yang Baik


    Joran merupakan salahsatu piranti utama yang digunakan dalam kegiatan memancing. Dalam memilih joran yang akan digunakan untuk trip mancing anda pun tidak bisa sembarangan. Agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan seperti: joran patah, kurang pas untuk teknik mancing yang anda gunakan, tidak nyaman dipakai, maka perlu adanya pengetahuan yang lebih luas dalam memilih joran sebelum anda pergi memancing. Berikut ini beberapa hal perlu diperhatikan dan tips dalam memilih joran yang mungkin bisa membantu dan menambah wawasan anda dalam menentukan joran pancing yang anda pilih.
 
Hal Yang Perlu Diperhatikan
    Dalam pemilihan joran, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum anda memutuskan untuk membeli sebuah joran pancing, yaitu: 

1. Berat Joran
Berat joran ini juga mesti jadi perhatian kita. Joran fiberglass itu kuat, tapi cukup berat, sedang joran carbon itu ringan tapi lebih mudah patah dibandingkan dengan joran fiberglass. Tapi untuk teknik casting sebaiknya memilih joran yang ringan agar tidak membuat kita mudah lelah. 

2. Handle / Grip
Handle ini pada dasarnya ada 3 jenis, yaitu handle pendek, medium dan panjang. Joran yang pendek ini, biasanya dipakai untuk single-hand casting (casting dengan 1 tangan), dan yang panjang untuk double-hand casting (casting dengan 2 tangan). Sedang yang medium, biasanya untuk single-hand casting tapi posisi ujung joran yang lebih panjang ini akan membantu kita menahan beban joran, terutama saat fight dengan ikan. Selain itu, pada handle ini terdapat apa yang disebut dengan “reel sheet” alias dudukan reel. Kita harus tahu dulu, reel apa yang akan kita pakai. Kalau kita mau pakai Spinning Reel, joran juga harus disesuaikan, demikian juga kalau kita mau pakai bait reel. 

3. One piece rod / Joran casting
Joran casting terbaik, sebenarnya adalah joran yang cuma 1 batang saja, alias tidak sambungan. Tapi, untuk joran panjang lebih dari 1,8 meter, agak sulit rasanya kalau kita memaksa memakai yang “one piece” itu. Nah, untuk joran panjang, akan lebih baik kalau kita memilih yang 2 pieces untuk panjang joran sekitar 3 m, atau 3 pieces untuk joran yang lebih panjang lagi. 

4. Fast Tapper, Slow Tapper
Joran itu secara garis besar ada type yang Fast Tapper dan juga Slow Tapper. Isitilah tapper ini seperti kecepatan action di joran dalam merespon gerakan kita saat kita menghentak joran pada waktu “hit” atau lure disambar ikan. Joran fast tapper ini cenderung keras di bagian pangkal sampai ke bagian tengah joran, baru agak lemas/lentur di ujungnya, sedang yang slow tappercenderung lentur mulai dari ujung joran dekat handle/grip. Joran fast tapper cenderung lebih mudah dipakai, karena dengan joran ini kita bisa casting lebih jauh dan respon joran saat kita gentak juga cukup cepat. 

Tips
Ada beberapa tips yang bisa anda terapkan dalam memilih joran ketika anda hendak memancing, antara lain: 

1. Tentukan dimana lokasi anda akan memancing, menentukan pilihan joran pancing. Jika anda akan memancing di laut, lebih baiknya anda memilih joran yang biasa tergabung dengan reel didalamnya. Bisa yang include atau bisa anda cari secara terpisah. Mengapa? karena lokasi laut membutuhkan senar (benang pancing) yang panjang. Jadi anda perlu tempat untuk senar (benang pancing) anda. Di sisi lain, sifat ikan yang perlu fight untuk mengangkat ke permukaan. Bayangkan jika senar (benang pancing) anda panjangnya hanya sebatas panjang joran anda? 

2. Pilihlah jenis joran batangan jika lokasi memancing ada di sungai-sungai dangkal, kolam pancing, maupun di tepi-tepi danau. Hal ini untuk memudahkan anda dalam menghandle joran pancing. Tidak ada aturan memang untuk menggunakan jenis joran ini di tempat-tempat tersebut. Namun, banyak pendapat dari pemancing yang enjoy/lebih senang menggunakan jenis joran batangan ini. Kembali ke kenyamanan anda masing-masing. Untuk memancing di kolam pancing biasanya orang memilih joran / stick yang sangat lentur sehingga ketika ikan memakan umpan kita dengan gampang membetot / menyentakan pancingan dengan ringan sehingga mulut ikan sobet dan kail tercantel dengan kuat. 

3. Jika memilih joran dengan tempat senar (benang pancing) sebagai jalanya benang pancing dari reel, pilihlah yang mempunyai dasar berlapis keramik. Mengapa? karena jika terjadi gesekan pada saat terjadi Fight, kemungkinan tali pancing (senar) putus akan berkurang. Lain halnya jika anda memilih cincin tali pancing yang berdasar besi atau logam-logam lain yang mudah berkarat. Hal ini bisa membuat tali pancing anda putus karena gesekan yang terjadi.
Ada 2 jenis reel yang bisa Anda gunakan: 

a). Spinning Reel
Kelebihannya adalah bisa dengan cepat menggulung kenur, jarang terjadi trouble dengan kenur seperti “lash-back”, cukup mudah casting jauh meski lurenya ringan. Kekurangannya adalah kalau kenur tidak kencang maka akan mudah keluar dari spool semaunya sendiri, resiko ruwet besar, tidak terlalu mampu menahan beban berat. 

b). Bait Reel
Kelebihannya adalah lebih kuat saat kita menggulung benang / fight dengan ikan, kenur tidak mudah melintir. Intinya, reel ini kuat dalam hal menahan beban. Kekurangannya adalah reel ini menggulung kenur dengan lebih lambat dibanding dengan spinning reel, kalau lurenya ringan agak sulit casting jarak jauh, ada resiko “lash-back” alias, kenur menggulung terbalik di spoolnya. 

4. Diameter dari joran juga tidak kalah pentingnya dalam penentuan ini. Karena joran dengan diameter besar, sangat tidak nyaman di pegangan ketika tangan sang pemancing lebih kecil. Hal tersebut juga perlu anda perhatikan dalam lokasi mancing anda. Jangan memilih joran dengan diameter kecil (untuk anak anda) jika lokasi memancing anda adalah di lautan dengan target ikan-ikan besar.
Baca SelengkapnyaTips Memilih Joran Yang Baik

Senin, 03 Maret 2014

Tips Memilih Reel Yang Baik



    Reel atau penggulung benang, merupakan salah satu bagian penting dari perlengkapan memancing. Dengan menggunakan Reel, akan memudahkan para pemancing menarik ikan atau melempar umpan. Berikut ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih reel :


REEL BODY

      Spinning reel, dibandingkan dengan baitcast reel, terdiri dari berbagai bagian-bagian yang lebih luas. Memilih reel dengan paling sedikit bagian akan menjadi paling aman untuk mengurangi kemungkinan kerusakan mekanik.
     Reel body dapat dibuat dari grafit, aluminium, dan komponen plastik. Housing yang terbuat dari Aluminium lebih kuat daripada grafit, Namun grafit akan secara signifikan lebih ringan. Menentukan apakah kekuatan atau berat badan yang lebih penting, pada akhirnya merupakan pilihan pribadi, namun, jika fokus memancing Anda adalah heavy duty ,aluminium harus menjadi pemenang. Jika Anda memilih bermain di air asin, grafit adalah cara tepat karena kualitas yang tahan korosi.
     Faktor lain yang penting yang harus dicari adalah konstruksi yg solid dari reel body. Tidak boleh ada bagian yang longgar atau tipis, dan semua bagian yang bergerak harus halus performanya


REEL SIZE

     Memilih ukuran yang benar dari reel bisa menjadi membingungkan. Untuk sebagian besar aplikasi, sepuluh pound test line harus menjadi kekuatan dan ketebalan tertinggi yang ditaruh dlm spinning reel (Ini tidak berlaku untuk ikan air asin atau skenario trolling berat). Semakin kecil line yg akan dipakai, semakin kecil reel yang Anda akhirnya harus membeli. Pastikan bahwa reel yang akan Anda beli disamakan ratingnya dgn pound-test senar yang ingin Anda gunakan. (Informasi ini dapat ditemukan pada spool reel itu sendiri.)

  • Untuk lightcasting bisa memilih dari ukuran 1000-4000 tergantung dari line yang akan di pakai.
  • Untuk surfcasting atau mancing di pinggir pantai bisa mulai dari ukuran 5000-8000 bahkan 10000 tergantung dari line yang akan di pakai. juga ada spek yang khusus untuk surfcasting dengan ciri spool yang dangkal dan lebar.
  • Untuk light popping, jigging dan mancing dasar di laut bisa memilih ukuran 6000 sampai 10000.
  • Untuk heavy jigging dan popping gunakan kelas 12000-20000 tergantung kebutuhan.
 
 GEAR RATIO

      Gear ratio mengacu pada berapa banyak putaran lengkap pada spool untuk membuat dengan tepat satu putaran handle. Sebuah contoh dari rasio roda gigi akan 3:1 - spool berputar tiga kali untuk setiap kali Anda memutar pegangan. Ini dianggap putara reel yg lambat krn tidak banyak senar yg diambil selama proses pemutaran. manfaatnya adalah bahwa gulungan memberikan torsi lebih untuk mancing ikan besar. Sebuah rasio 6:1 dianggap kecepatan tinggi. Tergantung pada gaya memancing Anda, high,slow atau medium speed rate yg diperlukan.
    Jika Anda hanya dapat memilih satu reel spinning, rekomendasi saya akan untuk model kecepatan sedang (4 - 4.5:1). Namun, jika Anda mampu beli lebih dari satu reel, pilihlah yg high speed dan slow speed untuk mengcover semua keadaan. Untuk jigging dan mancing dasar biasanya menggunakan rasio di bawah 4,9:1,
untuk popping dan casting gunakan rasio 5,0:1 ke atas.

DRAG SYSTEM

    Sistem drag pada spinning reel adalah salah satu aspek yang paling penting dari reel itu sendiri. drag bertanggung jawab untuk memberi tekanan kepada ikan yg terpancing dan membiarkan senar keluar selama pertempuran. Tanpa drag halus berkualitas tinggi risiko senar putus dan kehilangan ikan selalu menjadi kemungkinan tertinggi. Selalu pastikan bahwa reel yang akan Anda beli memiliki drag yang mulus, non-konstriktif. Senar harus tertarik keluar dgn mantap dan tanpa ragu-ragu pada keketatan yg anda set.
    Ada dua jenis sistem drag tersedia pada spinning reel: drag depan dan belakang. Ini pada dasarnya merupakan lokasi kontrol drag, meskipun ada sejumlah perbedaan antara keduanya. Front sistem drag fitur umumnya lebih besar, dgn beberapa drag washer yang menawarkan peningkatan daya tahan dan kinerja dibandingkan dengan model drag belakang. Rear drag lbh mudah dikontrol untuk mengakses (terutama ketika pertempuran dgn ikan) namun tidak terlalu bagus untuk spesies ikan besar, tergantung kondisi yg Anda mungkin hadapi.untuk popping digunakan drag tinggi di atas 10 kg. hal ini untuk mencegah ikan masuk ke dalam karang, dimana spot-spot popping yang akan kita jumpai biasanya merupakan karang atau batu mandi, baik di tengah laut maupun pinggiran pantai.


BALL BEARING

     Spinning reel dilengkapi ball bearing atau Bushings yg ditempatkan dalam badan untuk kelancaran, dukungan dan stabilitas. Kebanyakan spinning reel juga berisi bantalan rol dalam roller line. Lebih banyak ball bearing maka putarannya akan lebih halus. Sealed stainless steel bearing lebih disukai drpd bushing utk tambahan ketahan dan kontrol)
    Pilih reel dengan ball bearing paling banyak yg dompet Anda dapat tangani. Pada minimal, saya akan menyarankan reel dengan setidaknya empat ball bearing. Tidak ada yang lebih buruk daripada memiliki reel yang tidak bekerja dengan baik, atau tidak halus pada waktu menggulung, jadi cobalah untuk tidak berhemat dan menabung ketika sampai ke bagian pembelian reel ini.


SPOOL
    Spool pada spinning reel memainkan peran yang penting, tidak hanya untuk memegang senar, tetapi juga untuk jarak lemparan dan kehalusan. Kebanyakan spool di pasar hari ini ada di jenis aluminium anodized atau grafit. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, grafit akan menjadi lebih ringan dari dua bahan, meskipun spool aluminium akan menawarkan kekuatan yang lebih besar dan daya tahan.
Adapun jenis desain spul, ada dua gaya dasar - spool internal atau skirted spool :

Spool internal adalah bagian dr masa lalu, meskipun beberapa produsen masih memiliki model yang tersedia untuk dijual. Meskipun sederhana dalam desain, salah satu cacat adalah senar dpt menjadi tersangkut dalam housing reel tersebut. Variasi baru ini membantu dalam menghilangkan masalah kekusutan ini.

Desain menarik lainnya adalah long cast spool. Banyak seperti namanya, spool ini lbh dangkal dari biasanya, tp lbh panjang. Spool yg panjang mengurangi gesekan senar, sehingga meningkatkan jarak casting untuk pemancing.

ANTI-REVERSE HANDLES

    Anti-reverse handles adalah prasyarat ketika mencari spinning reel sempurna. Fungsi ini hanya berarti bahwa handle tidak akan berputar balik yang berarti bahwa set hook akan lebih kuat dan akurat karena kurangnya "main" di pegangan reel. Kalo masih ada putaran balik mendingan cari reel yg lain.
     Memilih spinning reel mungkin tampak seperti sebuah keputusan yang sulit, namun; mempelajari beberapa sifat-sifat dan komponen dapat menguntungkan dan memperpendek kurva belajar secara dramatis. Pilihlah dg bijaksana dan membeli yang terbaik yang Anda mampu. Ingat, ini akan menjadi teman terbaik di perahu untuk tahun-tahun mendatang, jadi pastikan reel anda tidak akan mengecewakan Anda.

Type Reel

    Beberapa type reel menuliskan angka2 1000, 2000, 3000 hingga 20000 yang berarti kelas dari rell tersebut..

Angka 1000 mengartikan bahwa rell tersebut berada pada kelas 1000gram/1 Kg dengan demikian drag maksimum yang dimiliki reel tersebut adalah 1 kg meskipun tidak semua reel demikian. Drag adalah kemampuan reel menahan tarikan dari ikan, jika tarikan ikan melebihi drag maka spool reel akan berputar balik dan senar akan terulur keluar. Sebaiknya jangan menyeting Drag sampai mati atau maksimal karena bisa merusak gear di dalam reel atau anda yang akan tercebur kelaut.

 
Baca SelengkapnyaTips Memilih Reel Yang Baik

Rabu, 26 Februari 2014

Sejarah Memancing



     Memancing dalam arti menangkap ikan sudah dikenal oleh peradaban manusia sejak zaman dahulu sekitar 10.000 tahun yang lalu. Hal ini terbukti dari peninggalan-peninggalan arkeologi pada goa-goa tua di Eropah bahwa aktivitas penangkapan ikan sudah ada sejak dulu dengan ditemukannya tulang-belulang, mata kail dan gambar serta lukisan pada zaman batu di dalam goa-goa tersebut.
     Teknik menangkap ikan mulai beragam pada masa Neolitik sekitar 4.000 - 8.000 tahun yang lalu yang kemudian berkembang menjadi teknik yang lebih modern dan masih dipakai hingga saat ini. Begitu pula dengan cara pengolahan ikan hasil tangkapan, saat ini cara tersebut masih dilakukan dengan teknik yang sama misal pengawetan ikan dengan menggarami atau dengan cara pengasapan.
Baca SelengkapnyaSejarah Memancing
HOME | ABOUT | CONTACT | SITEMAP
Template by Blogger | Design by BAC